Puncak perayaan Thanksgiving, perayaan syukuran khas Amerika
Serikat, untuk pertama kali dirayakan di Pendapa Sabha Swagata Kabupaten Banyuwangi, Jawa
Timur, Jumat malam, (21/11/2014). Perayaan yang berlangsung meriah tersebut dihadiri
Menteri Pariwisata Arief Yahya, Yenni Wahid, Abdee Slank. Ada juga 20
walikota/bupati antara lain, Walikota Manado, Bupati Morotai, Bupati Dompu,
Bupati Flores Timur, Bupati Cirebon, serta beberapa pengusaha dan artis
ibukota.
Dubes AS yang didampingi istri, Sofia Blake, Konsulat Jenderal AS di Surabaya Joaquin F Monseratte beserta istri Michaela Newnham dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas didampingi istri, Ipuk Festiandhani mengaku bahagia bisa berbagi dan rayakan perbedaan di Banyuwangi. Berbagai macam menu seperti kalkun, pie labu, kentang tumbuk dan beberapa makanan pendamping semua dimasak di dapur pendopo. Semua makanan itu dimasak langsung oleh Ibu Dubes AS, Ibu Konsulat Jendral AS dan beberapa kerabat.
Ada sembilan kalkun yang disajikan sebagai jamuan makan
malam bersama undangan yang hadir. Satu kalkun panggang khusus disajikan untuk
awak media yang meliput acara itu. Menurut Sofia, Kedutaan mendatangkan
kalkun-kalkun beku langsung dari Amerika. Sofia yang memimpin langsung para chef memasak
di dapur.
Kalkun seberat sekitar 10 kilogram itu berisi olahan roti
dan bawang bombay. Potongan daging kalkun dinikmati bersama kentang tumbuk,
tumis buncing, dan saus cranberry. Sebagai makanan penutup juga disajikan pai
labu dan apel.
Sepintas rasa kalkun memang tiada beda dengan ayam, hanya
saja lebih lunak. "Empat jam untuk memanggang satu ayam kalkun," kata
Sofia Blake.
Duta Besar Amerika Serikat Robert O. Blake menjelaskan
kalkun menjadi makanan wajib yang dihidangkan 99 persen warga Amerika saat
Thanksgiving Day. "Kalkun adalah hewan asli Amerika," kata Blake.
Kalkun, menurut Blake, berkaitan erat dengan sejarah awal
migrasi orang Inggris ke Benua Amerika. Saat itu, warga Inggris sangat susah
beradaptasi karena harus bercocok tanam. Mereka akhirnya dibantu oleh suku
Indian yang mengajarkan cara bertanam dan beternak kalkun. "Karena rasanya
lezat, tradisi menghidangkan kalkun diteruskan hingga sekarang," kata dia.
Blake melanjutkan, ukuran kalkun yang besar cukup untuk disantap bersama keluarga sehingga Thanksgiving Day yang diperingati setiap pekan keempat bulan November, menjadi hari berkumpul keluarga dan sahabat. Acara tersebut bukan tradisi agama tertentu, melainkan dirayakan oleh semua umat beragama di Amerika.
Blake melanjutkan, ukuran kalkun yang besar cukup untuk disantap bersama keluarga sehingga Thanksgiving Day yang diperingati setiap pekan keempat bulan November, menjadi hari berkumpul keluarga dan sahabat. Acara tersebut bukan tradisi agama tertentu, melainkan dirayakan oleh semua umat beragama di Amerika.
Menurut Robert O Blake, perayaan Thanksgiving merupakan
salah satu bentuk kekayaan dan keberagaman tanpa memandang agama. Thanksgiving
di Banyuwangi ini merupakan tempat terindah kali pertama yang digelar di
wilayah luar regional konsulat.
"Banyuwangi ini dari tempat-tempat yang pernah saya rayakan Thanksgiving yang paling indah. Perayaan ini salah satu kekayaan dan keberagaman tanpa memandang agama, ini merupakan toleransi terbesar di Amerika. Dan belum ada perayaan Thanksgiving di luar regional konsulat dan Banyuwangi ini yang pertama. It is called blusukan pertama thankgiving di Indonesia," ungkap Blake saat pemotongan kalkun Thanksgiving.
Sementara itu, Bupati Anas menyatakan, perayaan Thanksgiving di bumi blambangan merupakan bentuk diplomasi dan komunikasi lintas negara. Bupati putra daerah ini pun berharap perayaan ini bisa memberi inspirasi untuk saling berbagi dalam keberagaman.
"Ini adalah bagian dari diplomasi kami pada Amerika. Dan sebelum Thanksgiving ini digelar kita juga merayakan dengan berbagi bersama anak yatim piatu," tandasnya.
"Banyuwangi ini dari tempat-tempat yang pernah saya rayakan Thanksgiving yang paling indah. Perayaan ini salah satu kekayaan dan keberagaman tanpa memandang agama, ini merupakan toleransi terbesar di Amerika. Dan belum ada perayaan Thanksgiving di luar regional konsulat dan Banyuwangi ini yang pertama. It is called blusukan pertama thankgiving di Indonesia," ungkap Blake saat pemotongan kalkun Thanksgiving.
Sementara itu, Bupati Anas menyatakan, perayaan Thanksgiving di bumi blambangan merupakan bentuk diplomasi dan komunikasi lintas negara. Bupati putra daerah ini pun berharap perayaan ini bisa memberi inspirasi untuk saling berbagi dalam keberagaman.
"Ini adalah bagian dari diplomasi kami pada Amerika. Dan sebelum Thanksgiving ini digelar kita juga merayakan dengan berbagi bersama anak yatim piatu," tandasnya.
Rangkaian kegiatan Thanksgiving telah dimulai Rabu (19/11) dengan kegiatan transplantasi terumbu karang dengan kelompok nelayan di Banyuwangi yang selama ini telah melakukan banyak aksi nyata pelestarian lingkungan di wilayah pesisir.
Kemudian, Kamis (21/11), dilakukan dialog budaya antara
Dubes AS dan Komunitas Suku Osing, yang merupakan masyarakat asli Banyuwangi,
di Desa Adat Kemiren.
![]() |
| Dubes AS saat berada di Desa Kemiren. |
Dalam kesempatan tersebut Dubes Blake mengungkapkan, bahwa
kunjungan ke suku Osing menunjukkan welas asih dan toleransi sangat jelas
terlihat di Banyuwangi. Ia juga menyatakan bahwa kunjungan ini sekaligus
dilakukan memperingati Hari Toleransi Sedunia pada 16 November. Hari Toleransi
Sedunia mengakui hak asasi manusia serta kebebasan fundamental dari sesama.
"Tradisi toleransi dan penghargaan atas keragaman di Indonesia diabadikan dalam undang-undang dasar negara, dan hal ini jelas terlihat di Banyuwangi, dimana kebudayaan dan tradisi Osing dilestarikan, diakui dan dirayakan," ujar Dubes Blake.
"Tradisi toleransi dan penghargaan atas keragaman di Indonesia diabadikan dalam undang-undang dasar negara, dan hal ini jelas terlihat di Banyuwangi, dimana kebudayaan dan tradisi Osing dilestarikan, diakui dan dirayakan," ujar Dubes Blake.
Selanjutnya, Jumat (21/11) rangkaian thanksgiving dimulai
sejak pagi, olahraga bersama dubes dan konjen AS dengan mengajak warga
Banyuwangi untuk bersih-bersih Pantai Boom, penanaman pohon trembesi dan
pelepasan tukik (anak penyu). Kemudian siang harinya sebagai kegiatan inti
thanksgiving dubes dan konjen AS akan bermain bersama dengan anak-anak SD yang
berada di pendopo.
Kemudian siang harinya sebagai kegiatan inti Thanksgiving, Dubes AS akan bermain bersama dengan para pelajar Banyuwangi. “Ini adalah kebiasaan yang mengawali makan malam Thanksgiving. Anak-anak akan diajak bermain permainan tradisional Thanksgiving. Ini untuk membangun jembatan kesepahaman global melalui pendekatan kebudayaan," kata Bupati Anas.
Kemudian siang harinya sebagai kegiatan inti Thanksgiving, Dubes AS akan bermain bersama dengan para pelajar Banyuwangi. “Ini adalah kebiasaan yang mengawali makan malam Thanksgiving. Anak-anak akan diajak bermain permainan tradisional Thanksgiving. Ini untuk membangun jembatan kesepahaman global melalui pendekatan kebudayaan," kata Bupati Anas.
![]() |
| Dubes AS ditemani Bupati Anas melepas tukik. |
Acara berlanjut ke acara inti, yakni makan malam Thanksgiving di pendopo
kabupaten yang mempunyai arsitektur hijau. Dubes AS akan mendemonstrasikan cara
memasak makanan khas Thanksgiving, yaitu kalkun. Dubes AS menunjukkan cara
memotong kalkun, menjelaskan setiap makanan yang disajikan dan menjelaskan
tujuan makan malam. "Juga akan disampaikan sejarah Thanksgiving. Warga
Banyuwangi akan ikut terlibat dengan adanya pesta rakyat tepat di depan pendopo
kabupaten," tambah Kepala Bagian Humas Pemkab Banyuwangi, Juang Pribadi.
![]() |
| Suasana perayaan Thanksgiving di Pendopo Banyuwangi. |
Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas menambahkan, selain Dubes AS, Konsulat Jendral AS Joaquin F. Monserrate, lulusan the Harvard Kennedy School Indonesia Program, Northwestern University, dan institusi lainnya serta 20 walikota/bupati dari berbagai daerah juga ikut turut serta dalam kegiatan ini. Perayaan selama 4 hari ini juga turut serta menyelenggarakan workshop terkait tata kelola pemerintahan dan transparansi untuk 20 bupati dan walikota dari wilayah Indonesia Timur. Perayaan Thanksgiving akan ditutup dengan Banyuwangi Ethno Carnival, Sabtu (22/11).
"Sebuah penghargaan bagi Banyuwangi karena dipilih menjadi tuan rumah acara ini. Semoga kita bisa menjadi jembatan kebudayaan untuk menjalin kesepahaman global, dan ke depan," tandas Anas.
Detik.com, Tempo.co, Jpnn.com




.jpg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar