![]() |
| Pertemuan Pemkab Banyuwangi dan Noora Health meluncurkan Oasis Wangi, layanan konsultasi kesehatan 24 jam via WhatsApp gratis untuk warga seluruh puskesmas. (banyuwangikab.go.id) |
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi tengah menyiapkan sebuah terobosan layanan kesehatan digital bernama Oasis Wangi atau Online Akses Solusi Indonesia Sehat dari Banyuwangi. Lewat platform ini, warga nantinya bisa berkonsultasi langsung dengan tenaga medis melalui WhatsApp, tanpa perlu mengunduh aplikasi baru.
Layanan tersebut dirancang gratis dan siap melayani selama 24 jam nonstop, sehingga keluhan kesehatan bisa ditangani lebih cepat sejak tahap awal.
Inovasi ini lahir dari kolaborasi Pemkab Banyuwangi dengan Noora Health, organisasi nonpemerintah internasional yang fokus memperkuat sistem kesehatan melalui pelatihan keterampilan kesehatan dan dukungan bagi pasien serta keluarga.
Dalam laporan resminya, Noora Health juga menegaskan bahwa Indonesia menjadi salah satu negara tempat program Care Companion Program dijalankan, dan Banyuwangi termasuk wilayah yang terus dikembangkan dalam implementasi program tersebut.
Menurut penjelasan Noora Health yang disampaikan dalam pemaparan kepada Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani pada Jumat, 20 Juni 2026, warga dapat mengirim pertanyaan kesehatan melalui WhatsApp dan akan langsung dijawab oleh tenaga kesehatan dari puskesmas.
Konsultasi ini mencakup berbagai persoalan, mulai dari kesehatan ibu dan anak hingga penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, dan jantung.
Respon yang diberikan bukan sekadar jawaban umum, melainkan juga arahan medis, seperti anjuran perawatan mandiri di rumah atau rujukan ke puskesmas dan rumah sakit bila diperlukan.
Bupati Ipuk Fiestiandani menyambut positif hadirnya Oasis Wangi karena dinilai bisa membantu warga berkonsultasi sejak dini, sebelum kondisi kesehatan menjadi lebih serius.
Ia berharap layanan ini dimanfaatkan bukan hanya saat sakit, tetapi juga untuk kebutuhan pencegahan, misalnya konsultasi kehamilan atau pendampingan ketika ada anggota keluarga yang memiliki penyakit kronis.
Dengan cara itu, risiko keterlambatan penanganan bisa ditekan, dan warga memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pertolongan yang tepat sejak awal.
Di tingkat teknis, Dinas Kesehatan Banyuwangi bersama Noora Health masih mematangkan sistem agar layanan berjalan lancar saat diuji coba.
Para tenaga kesehatan disebut sudah mengikuti workshop khusus sebelum platform diluncurkan. Tahap awal uji coba direncanakan berlangsung pada akhir Juni 2026 di tiga puskesmas, yakni Puskesmas Bajulmati di Kecamatan Wongsorejo, Puskesmas Mojopanggung di Kecamatan Banyuwangi Kota, dan Puskesmas Kabat.
Jika tahap ini berjalan baik, targetnya layanan bisa menjangkau seluruh warga pada akhir 2026 atau awal 2027.
Langkah Banyuwangi ini menunjukkan bahwa layanan kesehatan tidak lagi harus selalu dimulai dari ruang tunggu puskesmas.
Dengan memanfaatkan kanal yang sudah akrab di masyarakat seperti WhatsApp, pemerintah daerah berupaya menghadirkan akses kesehatan yang lebih cepat, praktis, dan dekat dengan kebutuhan warga sehari-hari.
Di tengah meningkatnya kebutuhan layanan yang responsif, Oasis Wangi berpotensi menjadi model baru layanan kesehatan berbasis digital di daerah.

.jpg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar