Soekarno Run 2026 Banyuwangi Diikuti 4.900 Peserta, UMKM Lokal Ikut Kebagian Dampak Ekonomi

Soekarno Run BWX 2026
Soekarno Run BWX 2026 diikuti ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia (Radarbanyuwangi.jawapos.com)


Banyuwangi kembali menjadi lokasi gelaran olahraga berskala besar. Sebanyak 4.900 peserta dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti Soekarno Run BWX 2026 yang berlangsung di Banyuwangi pada Minggu, 20 September 2026.

Peserta datang dari berbagai wilayah, mulai Aceh hingga Papua. Mereka mengikuti sejumlah kategori lomba yang digelar dengan titik start dan finish di Pendopo Sabha Swagata Blambangan.

Mengusung tema “Running Through the Sunrise of Java”, Soekarno Run memadukan olahraga lari dengan pengenalan sejarah, budaya, dan potensi pariwisata Banyuwangi. Konsep tersebut juga sejalan dengan upaya mendorong Banyuwangi sebagai destinasi sport tourism.


Lima Kategori Lomba

Soekarno Run BWX 2026 menyediakan beberapa pilihan jarak, mulai dari kategori pelajar hingga pelari umum dan master.

Kategori yang diperlombakan meliputi 1K, 3K, 5K, 10K, dan Half Marathon 21K. Khusus kategori 1K diperuntukkan bagi pelajar sekolah dasar, sementara 10K memiliki kategori umum dan master. Total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp1 miliar.

Kategori 1K untuk anak-anak menjadi salah satu bagian yang mendapat perhatian karena tidak sekadar menghadirkan kompetisi. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menyebut kategori tersebut juga ditujukan untuk memperkenalkan kebiasaan hidup sehat kepada anak sejak usia dini.

Sementara itu, kategori 21K menjadi jarak terjauh dalam gelaran tahun ini dengan panjang rute 21,1 kilometer. Berdasarkan informasi penyelenggara, kategori Half Marathon memiliki batas waktu penyelesaian atau cut off time 210 menit.

Lari Sambil Mengenal Banyuwangi

Soekarno Run tidak hanya dirancang sebagai perlombaan untuk mengejar catatan waktu. Rute yang disiapkan membawa peserta melewati kawasan yang memiliki unsur sejarah, budaya, serta suasana perkotaan Banyuwangi.

Pendopo Sabha Swagata Blambangan menjadi titik penting karena berfungsi sebagai lokasi start sekaligus finish. Salah satu kawasan yang dilalui adalah Taman Sritanjung yang berada di pusat kota Banyuwangi.

Konsep tersebut membuat peserta dari luar daerah memiliki kesempatan untuk menikmati suasana Banyuwangi sembari mengikuti perlombaan.

Bagi Banyuwangi, pola seperti ini menjadi bagian dari pengembangan sport tourism, yakni menggabungkan aktivitas olahraga dengan perjalanan wisata.

Sejarah Bung Karno Hadir di Sepanjang Acara

Nama Soekarno dalam event ini tidak hanya digunakan sebagai identitas lomba. Penyelenggara juga memasukkan unsur edukasi sejarah dalam pelaksanaan kegiatan.

Sejumlah materi mengenai perjalanan Presiden Soekarno dipasang di area kegiatan, termasuk pada bagian barikade dan area foto. Peserta juga dapat melihat materi sejarah serta elemen visual berupa kostum bertema Bung Karno.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan pendekatan tersebut diarahkan untuk mengenalkan sosok Soekarno kepada generasi muda sekaligus menumbuhkan kesadaran mengenai sejarah dan nilai kebangsaan.

Dengan demikian, lomba lari ini dikemas tidak hanya sebagai aktivitas fisik, tetapi juga sebagai ruang pertemuan antara olahraga, sejarah dan budaya.

Lebih dari 300 UMKM Terlibat

Dampak Soekarno Run tidak berhenti di lintasan lari. Kehadiran ribuan peserta juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal.

Sebelum pelaksanaan lomba, panitia menyebut lebih dari 300 pelaku UMKM dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Mereka menempati area sekitar titik start dan finish serta sejumlah lokasi sepanjang rute. Produk yang ditawarkan antara lain kuliner khas Banyuwangi, makanan dan minuman, hingga cinderamata.

Kehadiran ribuan peserta dari luar daerah juga berpotensi memberikan efek berantai terhadap sektor lain. Peserta membutuhkan penginapan, transportasi, makanan, perlengkapan olahraga hingga oleh-oleh selama berada di Banyuwangi.

Karena itu, penyelenggaraan event olahraga seperti Soekarno Run tidak hanya memberikan aktivitas bagi komunitas olahraga, tetapi juga menciptakan peluang transaksi bagi pelaku usaha lokal.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menempatkan keterlibatan UMKM dan promosi pariwisata sebagai bagian dari konsep sport tourism yang dikembangkan melalui event olahraga.

Banyuwangi Ingin Soekarno Run Naik Kelas

Kesuksesan penyelenggaraan 2026 juga diikuti rencana pengembangan event pada tahun berikutnya.

Penasihat Soekarno Run, Said Abdullah, menyampaikan bahwa penyelenggaraan di Banyuwangi pada tahun depan direncanakan memiliki skala internasional sehingga memungkinkan peserta dari luar negeri ikut berkompetisi.

Ia juga menyebut adanya rencana peningkatan total hadiah menjadi Rp5 miliar pada penyelenggaraan mendatang, disertai penambahan kelas perlombaan. Rencana tersebut masih merupakan agenda yang disampaikan pihak penyelenggara dan bukan hasil pelaksanaan tahun 2026.

Jika rencana tersebut terealisasi, Soekarno Run Banyuwangi akan kembali menjadi salah satu event olahraga yang mempertemukan pelari, wisatawan, pelaku UMKM dan masyarakat lokal dalam satu kegiatan.

Bagi Banyuwangi, penyelenggaraan Soekarno Run 2026 memperlihatkan bagaimana sebuah event lari dapat dikembangkan menjadi lebih dari sekadar perlombaan: menjadi ruang promosi destinasi, penggerak aktivitas ekonomi lokal, sekaligus sarana memperkenalkan sejarah dan budaya daerah kepada peserta dari berbagai penjuru Indonesia.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox

@templatesyard