![]() |
| Bangunan milik warga akan terdampak pembangunan akses penghubung dermaga bulusan-Ketapang (Radarbanyuwangi.jawapos.com) |
Rencana pembangunan akses penghubung antara Dermaga Bulusan dan kawasan utama Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi, mulai memasuki tahap yang lebih serius. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang menargetkan pembangunan fisik dapat dimulai pada semester kedua 2026.
Namun, sebelum pembangunan dimulai, masih ada persoalan yang harus diselesaikan, yakni pembebasan sekitar 30 rumah warga yang berada di area rencana pembangunan.
Jika terealisasi, akses baru tersebut diproyeksikan menjadi jalur penting untuk memperkuat konektivitas di kawasan Pelabuhan Ketapang dan mendukung kelancaran mobilitas kendaraan, terutama angkutan logistik.
General Manager ASDP Cabang Ketapang, Media Syahrianto, mengatakan pihaknya masih mematangkan rencana pembangunan bersama berbagai pihak terkait.
"Insyaallah ini mungkin di semester ini kita coba kerjakan," ujar Media.
Bukan Sekadar Jalan Baru
Rencana akses Bulusan-Ketapang bukan hanya ditujukan untuk menambah ruas jalan. Jalur tersebut disiapkan untuk menghubungkan Dermaga Bulusan dengan kawasan utama Pelabuhan Ketapang sekaligus mendukung aktivitas operasional dan pergerakan logistik.
Kawasan Pelabuhan Ketapang sendiri merupakan salah satu simpul penting transportasi penyeberangan di Jawa Timur karena menjadi pintu utama pergerakan kendaraan dan penumpang menuju Bali melalui Selat Bali.
Dengan adanya akses tambahan, mobilitas kendaraan di kawasan pelabuhan diharapkan menjadi lebih mudah dan efisien. Jalur tersebut juga diharapkan dapat mendukung kelancaran aktivitas operasional pelabuhan.
Dalam prosesnya, ASDP mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang ikut menjembatani rencana pembangunan tersebut.
Namun, pembangunan di kawasan yang sudah dihuni masyarakat tidak bisa dilakukan begitu saja. Persoalan pembebasan lahan dan bangunan menjadi salah satu tahapan penting yang harus diselesaikan terlebih dahulu.
Sekitar 30 Rumah Terdampak
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Nyono, mengatakan rencana pembangunan masih dalam tahap pematangan oleh ASDP.
Berdasarkan pemetaan awal, terdapat sekitar 30 rumah warga yang terdampak rencana pembangunan akses tersebut. Rumah-rumah tersebut harus dibebaskan sebelum konstruksi fisik dapat dilakukan.
"Saat ini masih tahap perencanaan di ASDP. Ada sekitar 30 rumah warga yang harus dibebaskan sebelum pembangunan dilakukan," kata Nyono.
Pembebasan rumah warga menjadi salah satu tantangan utama sebelum pembangunan memasuki tahap konstruksi.
ASDP pun terus melakukan koordinasi dengan masyarakat di sekitar lokasi. Selain persoalan sosial, tim teknis juga masih menghitung berbagai kemungkinan trase agar jalur yang dipilih dapat dibangun secara teknis dan tidak menimbulkan persoalan baru.
Ada Dua Pilihan Trase
Dalam pembahasan awal, terdapat sedikitnya dua alternatif jalur yang sedang dipertimbangkan untuk menghubungkan kawasan Bulusan dengan Pelabuhan Ketapang.
Alternatif pertama mengambil jalur yang berada lebih ke atas dan melewati kawasan permukiman warga. Pilihan ini relatif memungkinkan dari sisi pembangunan, tetapi konsekuensinya adalah adanya pembebasan rumah dan lahan masyarakat.
Sementara itu, alternatif kedua menyusuri kawasan pantai di sekitar Dermaga LCM.
Jalur pantai dianggap dapat menjadi pilihan untuk mengurangi dampak terhadap permukiman. Namun, opsi tersebut memiliki tantangan teknis tersendiri karena pembangunan membutuhkan tambahan struktur pancang.
"Kita lagi ngitung. Kalau misalnya mudah, mungkin kita coba mengambil yang di masyarakat. Karena kalau ke pantai, butuh pembangunan pancang tambahan lagi," jelas Media.
Dengan demikian, penentuan trase tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan lahan. Faktor teknis konstruksi, dampak terhadap masyarakat, kebutuhan infrastruktur tambahan, serta efisiensi pembangunan juga menjadi pertimbangan.
ASDP Targetkan Pembangunan Dimulai 2026
Meski perencanaan dan proses pembebasan rumah warga masih berjalan, ASDP tetap menargetkan pembangunan fisik dapat dimulai pada 2026.
"Insyaallah tahun ini. Kita harap," kata Media.
Apabila rencana tersebut terealisasi, akses Bulusan-Ketapang akan menjadi tambahan konektivitas penting di kawasan Pelabuhan Ketapang. Jalur tersebut diharapkan dapat mendukung mobilitas kendaraan dan aktivitas logistik di salah satu kawasan penyeberangan paling strategis di Jawa Timur.
Namun, sebelum pembangunan benar-benar dimulai, proses pembebasan rumah warga menjadi tahapan yang harus mendapatkan perhatian serius.
Pemerintah dan ASDP kini menghadapi tantangan untuk mencari titik temu antara kebutuhan meningkatkan konektivitas kawasan pelabuhan dengan kepentingan masyarakat yang terdampak.
Keberhasilan pembangunan akses Bulusan-Ketapang pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh kesiapan teknis, tetapi juga bagaimana proses pembebasan lahan dan komunikasi dengan warga dapat diselesaikan secara baik. (Sumber: Radar Banyuwangi, Jawa Pos )


Tidak ada komentar:
Posting Komentar